Shadiq Pasadigoe Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan saat Cuaca Ekstrem
Padang, (17/4). Anggota DPR RI dari Dapil Sumatra
Barat I, M Shadiq Pasadigoe, menyoroti meningkatnya risiko kecelakaan lalu
lintas di Sumbar akibat kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.
“Kondisi cuaca di Sumtra Barat yang cenderung
hujan, berkabut, dan menyebabkan jalan licin harus menjadi perhatian serius.
Faktor ini sangat mempengaruhi keselamatan berkendara, khususnya di jalur rawan
seperti Malibo Anai," kata
Shadiq dalam pertemuan dengan para pensiunan Dinas Perhubungan Sumbar, di
Padang, Jumat (17/4/2026).
Ditegaskan olehnya, bahwa kondisi tersebut harus
menjadi perhatian semua pihak karena berpotensi meningkatkan angka kecelakaan,
terutama di jalur rawan.
Pernyataan itu berkaitan dengan kecelakaan lalu
lintas yang terjadi di kawasan perbatasan Malibo Anai, Kabupaten Padang
Pariaman pada Jumat (17/4/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Sebuah
kendaraan Toyota Innova yang melaju dari arah Pekanbaru menuju Padang
dilaporkan masuk jurang.
Berdasarkan laporan di lapangan, Tim Pamapta I
Polres Padang Pariaman bersama petugas piket lalu lintas segera menuju lokasi
sekitar pukul 05.30 WIB untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara
(TKP) serta penanganan awal.
Dalam kejadian tersebut terdapat tujuh orang
korban, dengan dua orang mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan di RS
YARSI BPD Padang Panjang. Proses evakuasi dan pengamanan berlangsung dengan
tertib, serta situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif.
Untuk menekan risiko kecelakaan, Shadiq mengimbau
masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama dalam kondisi
cuaca buruk, dengan mengurangi kecepatan, menghindari perjalanan dini hari jika
tidak mendesak, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, menggunakan
lampu utama saat visibilitas rendah, serta meningkatkan kewaspadaan di jalur
rawan.
Selain itu, ia juga mendorong sejumlah langkah
kebijakan, di antaranya peningkatan rambu peringatan berbasis kondisi cuaca,
penambahan penerangan jalan di titik rawan, pemasangan guardrail pada area
berisiko tinggi, serta penyediaan sistem informasi cuaca dan peringatan dini.
Shadiq juga meminta kepada Kementerian Perhubungan
dan Kementerian PU untuk melakukan audit keselamatan jalan berbasis kondisi
cuaca di wilayah Sumbar. Pemerintah daerah juga didorong memperkuat sistem
informasi dan mitigasi risiko cuaca ekstrem, sementara aparat terkait diminta
meningkatkan pengawasan dan patroli di titik rawan kecelakaan.
“Kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi
bersama. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, dan dibutuhkan sinergi
antara pemerintah, aparat, serta masyarakat untuk meminimalisir risiko
kecelakaan di masa mendatang,”
tutupnya. (JHL.7)